EMPAT (4) HAK DASAR ANAK INDONESIA : Hak Hidup Lebih Layak - Hak Tumbuh dan Berkembang - Hak Perlindungan - Hak Berpartisipasi

Workshop Mengenai Kekerasan Berbasis Gender

Kategori : Pendidikan Pelatihan Kamis, 20 Juli 2017 - Oleh admin

 

Banda Aceh - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Membuat kegiatan Workshop Mengenai Kekerasan Berbasis Gender di Hotel Grand Aceh selama 3 hari, tujuan Pelaksanaan workshop ini adalah untuk Penguatan Lembaga Lintas Sektor dalam Penanganan dan pencegahan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan, dengan harapan meningkatnya kerjasama lintas sektoral secara terpadu dan berkesinambungan dalam menghadapi masalah kekerasan terhadap perempuan.

Kegiatan workshop ini akan memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi lintas terkait yang memberikan pelayanan dalam penanganan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk berbasis gender antara lain : Mengidentifikasi bentuk tindakan kekerasan berbasis Gender. Dapat Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong terjadinya tindakan kekerasaan berbasis gender dalam tindakan pencegahan dan penanganan. Dapat menjelaskan dampak tindak kekerasan berbasis gender serta Dapat mengenal tindakan-tindakan komprehensif yang dapat diambil pada tahap-tahap lebih stabil dan selama proses pemulihan dan rehabilitasi.

Menurut Devi Ariani selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak “Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dengan berbagai modus operandinya seolah tidak lagi mengenal batas kemanusiaan, harga manusia terkadang berada diujung kematian atau harga diri yang tergadaikan karena menjadi korban kekerasan”. Menyampaikan kalimat tersebut di sela sela pembukaan kegiatan.

Pemerintah melalui beberapa SKPA telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan hadirnya negara dalam pemenuhan hak kepada korban tetapi tangan pemerintah belum mampu menjangkau semua masalah dan kondisi miris yang dihadapi oleh perempuan korban kekerasan apalagi pada dataran pencegahan sebentuk menyamakan persepsi terhadap bahayanya kekerasan dan akibat yang ditimbulkan, sehingga semua pihak bergerak untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan terutama bagi para perempuan.

Pada kegiatanWorkshop tersebut turut dihadrikan 3 (tiga) orang narasumber yaitu : Fatimah Syam, Suraiya Kamaruzzaman dan Rida Nurdin. Peserta Workshop ini terdiri dari SKPA terkait, P2TP2A Aceh Besar/Kota Banda Aceh, Penyidik dan Asosiasi Pengacara yang berjumlah 40 (empat puluh) orang.
Di akhir kegiatan, para peserta sepakat adanya Rencana Tindak Lanjut Kegiatan ini kedepan, antara lain: Membangun pemahaman masyarakat dan aparatur desa untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Memaksimalkan proses diversi dengan Dinsos (LPKS) untuk penyediaan ruang Tahanan. Advokasi Anggaran untuk biaya perkara mulai tingkat penyidikan , Penuntutan sampai pengadilan. Advokasi kebijakan untuk mempercepat disahkannya peraturan gurbernur untuk Eksekusi Hak restitusi serta Advokasi kebijakan tentang eksekusi hak pengasuhan anak.

“ Bagaimana ini kedepan tentang kegiatan kegiatan seperti ini terus ditingkatkan dan dilanjutkan, karena sangat besar manfaat baik dari segi ilmu dan penambahan skill. Ungkapan dari salah satu peserta workhop di akhis sesi kegiatan.(bgs)