EMPAT (4) HAK DASAR ANAK INDONESIA : Hak Hidup Lebih Layak - Hak Tumbuh dan Berkembang - Hak Perlindungan - Hak Berpartisipasi

DP3A Adakan Pelatihan Penguatan Kapasitas PSW dan PSGA

Kategori : Bidang KHPK Senin, 11 September 2017 - Oleh admin

Pidie – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh mengadakan pelatihan penguatan kapasitas Pusat Studi Wanita (PSW) dan Pusat Studi Gender Anak (PSGA) di Hotel Blang Asan Pidie, Rabu (15/03/17).

Ketua Panitia dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang di ikuti oleh PSW dan PSGA Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, PSG Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), PSW Universitas Serambi Mekkah (USM), PSGA Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), PSW Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala, PSG Universitas Malikussaleh (Unimal), PSW Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh, PSG STAIN Gajah Putih Takengon, PSGA Universitas Teuku Umar (UTU) Meulabah dan PSGA Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas PSW/PSGA sebagai pusat layanan PUG serta terbangunnya kerjasama yang strategis.

“Kita berharap dengan adanya pelatihan ini, kiranya dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas PSW/PSGA sebagai pusat layanan PUG. Dan juga terbangunnya kerjasama yang strategis antara perguruan tinggi dengan lembaga terkait tentang isu perempuan, gender, anak, dan keluarga dalam rangkaian pembangunan yang responsif gender di Aceh” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala DP3A Aceh Ibu Nevi Ariani, SE dalam sambutanya mengatakan, Pelatihan yang diselenggarakan oleh DP3A Aceh bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pidie merupakan salah satu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional.

“Dasar dari kegiatan ini merujuk pada Inpres Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, yang merupakan Strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan serta permasalahan perempuan dan laki-laki dalam seluruh pembangunan di berbagai bidang kehidupan” cetus Ibu Nevi.

Melalui pelatihan ini, Ibu Nevi berharap cultural yang selama ini membelenggu perempuan oleh budaya patriarki ini harus dijawab dengan dialog bersama kelompok laki-laki dalam pembangunan keberdayaan perempuan dan pemenuhan hak anak, sehingga persoalan perempuan dan anak merupakan persoalan bersama perempuan maupun laki-laki.

“Semoga dengan pelatihan ini, adanya dialog bersama anatara laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan sebuah persoalan yang menyangkut hak anak secara bersama dalam rumah tangganya” harapnya.

Akhir kata sambutan, Ibu Nevi membuka acara Pelatihan Pelatihan Penguatan Kapasitas PSW dan PSGA di Pidie dengan resmi.