AKHIRI SEGALA BENTUK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI ACEH

Penjaringan Dan Pemetaan Isu Perdagangan Orang (Trafficking) Di Aceh Barat

Kategori : Bidang PHA Kamis, 12 Juli 2018 - Oleh khairil

Aceh Barat, 09 Mei 2018 : Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan kegiatan Penjaringan dan Pemetaan Isu Perdagangan orang. Traffiking merupakan suatu permasalahan lama yang kurang mendapatkan perhatian sehingga keberadaanya tidak begitu Nampak dipermukaan padahal dalam prakteknya sudah merupakan permasalahan padahal dalam prakteknya sudah merupakan permasalahan social yang berangsur angsur menjadi suatu kejahatan masyarakat dimana kedudukan manusia sebagai obyek sekaligus sebagai subyek dari trafficking. Selain masalah ini juga didasari oleh lemahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk mengerti dan paham akan adanya bahaya yang ditimbulkan dari praktek trafficking.

Lemahnya tingkat kesadaran masyarakat ini tentunya akan semakin memicu praktik trafficking untuk terus berkembang. Dalam hal ini maka selain mendesak pemerintah untuk terus mengupayakan adanya bentuk formal upaya perlindungan hokum bagi korban trafficking dan tindakan tegas bagi pelaku maka diperlukan juga kesadaran masyarakat agar masyarakat juga berperan aktif dalam memberantas praktek trafficking sehingga tujuan pemberantasan trafficking dapat tercapai dengan maksimal dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Berdasarkan data yang didapati oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Aceh dalam bentuk kekerasan khususnya trafficking di 23 Kabupaten/Kota yaitu tahun 2013 jumlah 29, tahun 2014 jumlah 51 orang, tahun 2015 jumlah 4 orang, tahun 2016 jumlah 2 orang dan tahun 2017 jumlah 2 orang. Dari data yang diperoleh selama 5 tahun terakhir di aceh masih ada mengalami kekerasan dalam bentuk perdagangan orang (Traffiking) tetapi kita sebagai masyarakat tetap menjaga dan mencegah dalam penanganan perdagangan orang (Traffiking). Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh telah melakukan gagasan program penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak dalam peningkatan kapasitas Penguatan Gugus Tugas anti Traficking di Provinsi, Kab/Kota dan di tingkat masyarakat dengan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai bentuk dukungan dan komitmen mendorong tanggung jawab dan partisipasi masyarakat dalam upaya penghapusan perdagangan manusia (Traffiking) khususnya terhadap perempuan dan anak.

Tujuan dari pada kegiatan tersebut Kegiatan ini bertujuan: Menginformasikan isu-isu Trafiking di Aceh - Memetakan isu-isu Traffiking yang ada di Kabupaten Aceh Barat -Menginformasikan Undang-Undang Pemberantasan Tindak pidana Perdagangan Orang dalam Penguatan hukum dan kebijakan terkait pengahapusan perdagangan orang (Trafficking) - Mendorong Kabupaten Aceh Barat untuk membentuk Tim Gugus Tugas Anti Traffiking dan meningkatkan kapasitas Penguatan Gugus Tugas Anti Traficking di kabupaten Aceh Barat - Meningkatkan Komitmen Para Pengambil keputusan sehingga menganggap isu perdagang orang menjadi prioritas - Mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat lebih aktifdalam penanganan dan pencegahan perdagangan perempuan dan anak agar dapat memperluas wawasan pemahaman masyarakat tentang TPPO sehingga banyak diantara mereka yang tidak menyadari, jika mereka sudah menjadi korban TPPO - Meningkatkan akses layanan hukum dalam penanganan dan pencegahan bagi korban Traffiking dengan adanya koordinasi antar Provinsi, Kabupaten, lembaga, LSM Organisasai serta Dinas Terkait yang dapat mendukung penyedia layanan. - Meningkatkan kerjasama antar instansi terkait yang ada dikabupaten Aceh Barat untuk mengembangkan sinergisitas program dalam pencegahan dan penanganan perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan rapat ini akan menghadiri 2 Orang Narasumber Nevi Ariyani, SE Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Materi “Kebijakan Pemerintah dalam Pencegahan, Penanganan dan Pemberdayaan Korban Perdagangan Orang” serta Kompol Elfiana, SH dari Penyidik Polda Aceh. Materi “Pencegahan dan Penanganan Tindakan Pidana Perdagangan orang Di aceh”
Kegiatan Sosialisasi ini akan melibatkan 60 orang antara lainnya 26 orang dari Dinas/SKPD Kabupaten Aceh Barat, 4 orang dari Pengurus P2TP2A Kabupaten Aceh Barat, 1 orang dari Forum Anak Kabupaten Aceh Barat, 10 orang tokoh masyarakat, 10 orang tokoh Agama, 1 orang Perwakilan DRRD Aceh Barat, 2 orang dari Anggota PKK, 3 orang dari Lembaga Swadaya Masyarackat (LSM), 3 orang dari Perwakilan Guru Tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Aceh Barat.