AKHIRI SEGALA BENTUK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI ACEH

Pelatihan Gampong Ramah Anak Di Kabupaten Aceh Barat Daya

Kategori : Bidang PHA Rabu, 08 Agustus 2018 - Oleh khairil

Aceh Barat Daya, 8 - 9 Agustus 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh melakukan kegiatan Pelatihan Gampong Ramah Anak, kegiatan tersebut dilaksanakan di Gampong Geulanggang Batee. Abdya

Karena Pemenuhan hak dan perlindungan anak di era otonomi daerah dilakukan melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), yang telah dirintis sejak tahun 2006 dan selanjutnya KLA telah direvitalisasi tahun 2010. KLA adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak, yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan, dalam bentuk kebijakan, program, dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Kabupaten akan menjadi kabupaten layak anak jika desa atau gampongnya sudah layak anak. Sebuah gampong akan menjadi gampong layak anak jika masyarakat atau keluarga digampong tersebut sudah ramah anak. Pengembangan kabupaten/kota layak layak anak dimulai dari unit terkecil yang akhirnya ditingkat nasional akan bermuara pada Indonesia Layak Anak (IDOLA) dan Dunia Layak Anak (untuk tingkat internasional). Ditingkat Nasional telah ditetapkan bahwa Indonesia akan mencapai IDOLA pada tahun 2030. Dan saat ini KLA telah dikembangkan di 34 Provinsi di Indonesia termasuk Aceh.

Jika merujuk ke aturan: UU Nomor 23/2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana beberapakali telah diiubah, terakhir dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan ke dua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; Peraturan Menteri PPA Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak; Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak Tingkat Provinsi; Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak; Permeneg PPPA RI No.13 Th.2010, tentang petunjuk tehnis Kabupaten/Kota Layak Anak di Desa/Kelurahan; Qanun Aceh Nomor 11/2008 tentang Perlindungan Anak serta Dokumen Pelaksanaan Kegiatan SKPA-Dinas PPPA Aceh Tahun Anggaran 2018

Gampong Ramah Anak merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten/Kota layak Anak. Karena dewasa ini kehidupan Gampong juga sangat dinamis, menghadirkan berbagai permasalahan dan tantangan dan dengan semakin terbukanya teknologi, informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh semua pihak, tidak terkecuali oleh anak. Perkembangan kampung yang pesat namun kurang terencana tentu akan menambah resiko anak dalam tumbuh kembangnya. Misalnya kasus-kasus trafiking, pernikahan usia anak, eksploitasi dan berbagai masalah sosial lainnya, biasanya bermula dari kondisi gampung yang kurang kondusif bagi anak. “Lingkungan yang baik, akan menghasilkan anak yang baik yang selanjutnya akan berkembang menjadi insan dewasa dan berada di lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu wilayah dan negara serta dunia. Kita tidak dapat mengharapkan adanya sumber daya manusia yang handal, jika lingkungan untuk anak tidak kondusif.

Kegiatan selama 2 hari di fasilitasi oleh Dasrita Bakri, S.Si, MPA selaku kapala bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas PPPA Aceh, Kompol Elfiana, SH, Kanit PPA Polda Aceh, Firdaus D Nyak Idin, Anggota KPPAA, Drs. Yusan Sulaida, Kadis PMP4 Kab. Abdya serta Khazzanah, SE, Kabid. PP dan PA Kab. Abdya.

Tujuan kegiatan tersebut “untuk membangun inisiatif aparat desa/gampong, masyarakat dan dunia usaha di wilayah setempat dalam upaya mewujudkan pembangunan gampong yang ramah terhadap pemenuhan hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman stakeholder terkait perlindungan dan pemenuhan hak anak. Menyusun indikator dan pra-rencana aksi gampong untuk pengembangan gampong ramah anak. Mendorong terbentuknya forum anak tingkat gampong. Mendorong terlaksananya gerakan bersama untuk perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.