AKHIRI SEGALA BENTUK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI ACEH

Pelatihan Penguatan Ketahanan Keluarga  

Kategori : Bidang KHPK Senin, 22 Oktober 2018 - Oleh admin

Banda Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh melakukan kegiatan Pelatihan Penguatan Ketahanan  Keluarga, Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari penuh dari tanggal 27-28 September 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan di Banda Aceh, masing-masing selama 2 hari penuh. Dengan jumlah peserta 55 orang yang terdiri dari Organisasi dan Lembaga Masyarakat, Tokoh Masyarakat, yang berada dalam kabupaten Aceh Barat, Pidie Jaya dan Bireuen.

 

Perlu di ketahui bahwa Pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan nasional dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Secara yuridis, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera menyebutkan bahwa “Ketahanan Keluarga berfungsi sebagai alat untuk mengukur sejauh aman keluarga telak melaksanakan peran, fungsi, tugas-tugas dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya”. Sementara itu, peran penting keluarga tertera pada Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Peraturan pemerintahan ini sangat jelas menyebutkan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan nasional. Lebih jauh lagi, keluarga perlu dibina dan dikembangkan kualitasnya agar menjadi keluarga sejahtera serta menjadi sumber daya manusia yang efektif bagi pembangunan nasional.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam konteks globalisasi, berpengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan masyarakat. Eksistensi individu dan keluarga telah menghadapi berbagai ancaman yang bersumber dari berbagai dampak proses transformasi sosial yang berlangsung sangat cepat dan terhindar. Banyak keluarga mengalami perubahan, baik struktur, fungsi dan peranannya. Dampak negatif transformasi sosial akan menggoyahkan eksistensi individu dan keluarga sehingga menjadi rentan atau bahkan berpotensi tidak memiliki ketahanan. Oleh karena itu individu dan keluarga perlu ditingkatkan ketahanannya melalui upaya pemberdayaan, terutama yang berkaitan dengan penguatan struktur, fungsi dan peran keluarga dalam masyarakat.

 

Ketahanan Individu dan keluarga akan berakibat pada terjaminnya ketahanan masyarakat. Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyatakan bahwa upaya peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga perlu pertimbangan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas. Sementara suatu keluarga akan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi apabila keluarga tersebut dapat berperan secara optimal dalam mewujudkan seluruh potensi yang dimilikinya.Ketahanan keluarga diindikasikan sebagai kecakupan dan kesinambungan akses terhadap pendapatan dan sumber daya setidaknya untuk meemnuhi kebutuhan dasar, termasuk didalamnya adalah kecakupan akses terhadap pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, kesempatan pendidikan, perumahan, waktu dan berpartisipasi di masyarakat dan integrasi sosial.

Upaya peningkatan ketahanan keluarga menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengurai atau mengatasi berbagai masalah yang menghambat pembangunan nasional. Dengan diketahuinya tingkat ketahanan keluarga maka dinamika kehidupan sosial keluarga sebagai salah satu aspek kesejahteraan keluarga juga dapat diukur. Kondisi ketahanan keluarga menjadi gambaran keadaan dan perkembangan pembangunan sosial yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh menyelenggarakan kegiatan ”Pelatihan Penguatan Ketahanan Keluarga ” untuk menjadi salah satu langkah strategis sehingga regulasi di atas dapat dijalankan secara optimal.

Kegiatan ini menggunakan kombinasi antara narasumber dan Moderator.  Bertindak sebagai narasumber yaitu (DP3A) Aceh, KAPPA Aceh, Tim Analisis, Sedangkan Moderator  Salma Hayati, S.Ag, M.Ed dan Nurullah, MA

Tujuan dari pada kegiatan tersebut: Untuk meningkatkan penanganan permasalahan dimensi ketahanan keluarga; Terpetakannya  dan menguatkan potensi  Sumberdaya para pemangku kepentingan yang komprehensip dalam mengimplementasikan potensi organisasi dan lembaga masyarakat dalam proses   pembangunan di Kabupaten/Kota dan tipe keluarga dan permasalahan ketahanan keluarga serta Mendorong para pemangku kepentingan di Kabupaten/Kota dan Lembaga Masyarakat Aceh  untuk optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan Potensi Organisasi dan Lembaga Masyarakat yang Berperan dalam PPPA di semua sektor sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan dalam upaya menjawab semua permasalahan Gender dan Anak.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini: Meningkatkan pemahaman Sumber Daya Manusia Pengurus Ormas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak; Meningkatnya wawasan kader keluarga dalam forum ketahanan keluarga di daerah tentang pembangunan ketahanan keluarga; Meningkatkan pemahaman indikator dan dimensi ketahanan keluarga bagi seluruh aparat gampong, anggota forum ketahanan keluarga, LSM dan Ormas