Sudah Banyak Korbannya, Maka Hentikan Sekarang Juga Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pelatihan Pendampingan dan Penanganan Korban Kekersan Dalam Rumah Tangga ( KDRT )

Kategori : Bidang PPA Rabu, 19 Juni 2019 - Oleh khairil

Aceh Selatan, 20 Juni 2019 : Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh melakukan kegiatan Pelatihan Pendampingan dan Penanganan Korban Kekersan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di hotel Dian Rana Tapak Tuan, Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari penuh dimulai dari tanggal 18 - 20 Juni 2019. Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh mengutarakan sepatah dua patah kata pada sambutan pembukaan acara Pendampingan dan Penanganan Korban Kekersan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

Pertama sekali, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan bagi pelatih (TOT) SDM pelayanan dan pendampingan korban KDRT yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan ini yang diharapkan dapat menjadi forum berbagi wadah informasi, pengalaman dan pembelajaran baik (Best Practice) dalam upaya mengoptimalkan pelayanan dan peran pendamping dalam penanganan korban KDRT. Sebagaimana kita ketahui, pemerintah telah menerbitkan undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang merupakan respon cepat dan tepat dari pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari kekerasan dan diskriminasi serta bentuk-bentuk eksploitasi baik ekonomi, seksual, penelantaran, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya. upaya pencegahan dan penanganan korban kdrt wajib dipenuhi dan dijalankan oleh negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua untuk bertanggung jawab menyelenggarakan perlindungan perempuan dan anak terutama dari kekerasan.

 

Pada kesempatan ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk memberikan sumbang pikirannya pada pelatihan ini. Juga tak lupa penghargaan dan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini dengan baik.

 

kepada seluruh peserta, saya harapkan agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. hadir dalam forum ini benar-benar fokus, serius dan hadir penuh sampai pertemuan ini selesai dengan saling memberikan masukan, berdiskusi secara cerdas tentang apa yang sebaiknya kita lakukan dalam upaya meningkatakan ketrampilan sdm pendamping untuk mengoptimalkan pelayanan dan pendampingan korban kdrt sesuai standar pelayanan minimal.

Kasus-kasus kekerasan yang muncul dimasyarakat pun tidak sedikit, hanya saja kurang terekspose oleh media sehingga seolah-olah tidak ada apa-apa. Dari tahun ke tahun kasus kekerasan yang dialami perempuan semakin meningkat. Dari data yang dimiliki oleh Komnas Perempuan menunjukkan 406.178 kasus kekerasan perempuan yang terjadi sepanjang tahun 2018 catatan kekerasan terhadap perempuan tahun 2018 dari seluruh lembaga layanan yang ada di Indonesia (CATAHU 2019) di Jakarta pada tanggal 6 maret 2019 dan persetanse terbesar (lebih dari 90%) merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dan sisa kasus kekerasan yang terjadi pada tahun 2018 kebanyakan terjadi diruang publik dan negara. Kasus ini meningkat jika di bandingkan dengan tahun 2017 berjumlah 348.466 kasus. Sebagai perbandingan data yang di himpun oleh P2TP2A Provinsi Aceh untuk kasus KTP tahun 2018 sebanyak 640 kasus atau 43,75% adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari data tersebut sudah menunjukkan bahwa masih belum adanya perlindungan yang maksimal bagi perempuan. Meskipun sudah ada lembaga yang mengatur dan menangani tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan, tetapi masih saja kasus kekerasan yang terjadi bahkan jumlahnya yang selalu meningkat dari tahun ke tahun._Red PPA