Sudah Banyak Korbannya, Maka Hentikan Sekarang Juga Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Workshop Ketahanan Keluarga Tahun 2019

Kategori : Bidang KHPK Selasa, 12 November 2019 - Oleh khairil

Banda Aceh - 12 November 2019 : Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Nevi Ariyani, SE membuka Acara Workshop Ketahan Keluarga yang di adakan di Hotel Mekkah mengatakan, memasuki era industri 4,0 merupakan tantangan besar bagi ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Perkembangan teknologi informasi demikian kencangnya memasuki ruang ruang pribadi keluarga. Internet sudah bukan merupakan hal yang asing bagi anak-anak. Di pelosok desa pun banyak ditemui anak-anak berseragam SD yang asyik menggunakan komputer di warnet-warnet umum dengan tujuan yang beraneka ragam, dari mencari bahan untuk mengerjakan tugas, update status media sosial, sampai dengan bermain game online. Bahkan tidak jarang mereka sudah memiliki smart phone pribadi yang dapat digunakan mengakses internet di mana pun dan kapan pun. Data Survei Sosial Ekonomi (Susenas) berdasarkan tujuan untuk mengakses internet, mayoritas anak usia 5-6 tahun mengakses internet untuk hiburan, yaitu sebesar 91 persen.

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan terknologi salah satunya internet, ibarat pisau bermata dua yang membawa dampak positif maupun negatif. Derasnya informasi digital membawa perubahan besar pada nilai-nilai luhur keluarga. Perubahan tersebut terkadang membawa paradigma baru bagi kalangan muda dalam memandang keluarga. Permisivitas terhadap pornografi, perilaku seksual yang menyimpang, kelahiran anak di luar nikah, sampai pernikahan dini merupakan dampak yang cukup serius. Data kominfo, setiap hari ada sekitar 50 ribu aktivitas pengguna internet di Indonesia mengakses konten pornografi. Fakta lainnya, fenomena pernikahan dini juga terbilang cukup tinggi.

Selain itu banyak juga faktor lain yang mengancam ketahanan keluarga Indonesia. Berbagai kerapuhan dalam membangun keluarga dipertontonkan di televisi maupun media lainnya, semisal kekerasan dalam rumah tangga, informasi seks bebas dan banyak tontonan lainnya yang tidak mengandung nilai-nilai edukatif.

Hal ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan berkualitas. Apalagi dalam menyongsong adanya bonus demografi yaitu suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Oleh karena itu, saat ini Ketahanan dan kualitas keluarga menjadi suatu keniscayaan yang harus menjadi perhatian utama agar dapat melahirkan sumber daya manusia yang handal sebagai salah satu modal pembangunan bangsa.

Pembangunan keluarga merupakan salah satu isu tematik dalam pembangunan nasional. Upaya peningkatan pembangunan sosial tidak terlepas dari pentingnya keluarga sebagai salah satu aspek penting pranata sosial yang perlu diperhatikan. Kekuatan pembangunan nasional, berakar pada elemen keluarga sebagai komunitas mikro dalam masyarakat. Keluarga sejahtera merupakan fondasi dasar bagi keutuhan kekuatan dan keberlanjutan pembangunan. Sebaliknya, keluarga yang rentan dan tercerai-berai mendorong lemahnya fondasi kehidupan masyarakat bernegara. Oleh karena Upaya peningkatan ketahanan keluarga menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengurangi atau mengatasi berbagai masalah yang menghambat pembangunan nasional.

Penguatan ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, swasta mapun masyarakat. Partisipasi masyarakat terutama melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selaku mitra pemerintah akan memberikan kontribusi yang positif dalam rangka penguatan ketahanan keluarga. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Wakil Ketua PKK Aceh, Ibu DR. Ir. Dyah Erti Idawati, MT yang telah berkenan hadir dan menjadi keynote speaker pada acara Workshop Ketahanan Keluarga ini serta atas dukungan PKK selama ini untuk pelaksanaan program-program terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak termasuk penyediaan tempat layanan pusat pembelajaran keluarga yang selama ini ditempatkan di gedung kantor PKK Aceh. Semoga ke depan, koordinasi dan sinergisitas program bersama akan terus terbangun dengan baik dalam upaya untuk mewujudkan 10 program prioritas Pemerintah Aceh. Red_DIGA