Sudah Banyak Korbannya, Maka Hentikan Sekarang Juga Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Peningkatan Kapasitas Gugus Tugas Gampong Ramah Anak (GRA)

Kategori : Bidang PPA Jumat, 15 November 2019 - Oleh asmulyadi

Gayo Lues, 15 November 2019. Indonesia telah berkomitmen dalam memenuhi hak-hak anak dan melindunginya dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan salah; melalui sistem pembangunan berbasis hak anak, yang dikenal dengan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan  Indonesia juga telah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 yang bermaktub didalamnya berkewajiban untuk membuat langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan oleh orang tua, keluarga, bangsa dan Negara untuk mempromosikan, melindungi, memenuhi dan menghormati hak-hak anak.

Pemerintah Aceh pun berkomitmen dalam mengembangkan Provinsi Aceh Layak Anak yang dituangkan dalam Qanun Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak dan menjadi bagian dari dokumen RPJMA dan salah satu turunannnya adalah memastikan gampong juga menjadi gampong layak anak sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Kabupaten/Kota Layak Anak di Desa/Kelurahan yang dilaksanakan berbasis desa. Dengan acuan tersebut diharapkan setiap daerah mampu melindungi hak-hak anak daerah dimana ia tinggal.

Yang dimaksud dengan gampong layak anak adalah pembangunan gampong yang menyatukan komitmen dan sumber daya pemerintahan gampong, masyarakat dan dunia usaha yang berada di gampong, dalam rangka  menghormati, menjamin, dan memenuhi hak anak, melindungi anak dari tindak kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi, mendengar pendapat anak, direncanakan secara sadar, menyeluruh dan berkelanjutan.

Gampong Layak Anak merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak. Karena dewasa ini kehidupan Gampong juga sangat dinamis, menghadirkan berbagai permasalahan dan tantangan dan dengan semakin terbukanya teknologi, informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh semua pihak, tidak terkecuali oleh anak.

Peserta Kegiatan Peningkatan Kapasitas Gugus Tugas Gampong Ramah Anak (GRA) berjumlah 50 orang terdiri dari unsur aparatur gampong, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, babimkamtibmas, bidan desa, remaja mesjid, karang taruna, PKK, kader desa, forum anak dan sanggar desa. Red_DIGA.